Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dugaan Kelayakan Menu MBG di Donomulyo Dipertanyakan, Warga Minta Evaluasi

Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T04:24:48Z
Bukti video yang di screenshot sebagai bukti ikan diduga tidak layak , dan berbau disebabkan kotoran ikannya tidak dibuang dan menyebabkan bauk tidak sedap.

detikterkini.id
-- MALANG — Kelayakan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dipertanyakan setelah sejumlah warga yang anaknya menerima program tersebut menyampaikan dugaan adanya makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Informasi itu berkaitan dengan aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malang Donomulyo 1 Yayasan Al-Azhar Aeng Dake, yang tercantum beralamat di Jalan Surabaya RT 03/RW 01, Dusun Bandung, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Lokasi yang disebut dalam informasi warga berada di sekitar Dusun Bandung, Donomulyo. Namun, alamat dan identitas satuan pelaksana tersebut tetap perlu diverifikasi melalui pihak berwenang agar tidak terjadi kekeliruan administratif maupun pemberitaan.

Warga Klaim Temukan Menu Ikan yang Diduga Tidak Layak

Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan menyampaikan kepada awak media bahwa pengiriman MBG pada Kamis, 10 September 2026, untuk sejumlah penerima manfaat, termasuk TK, SD, dan posyandu balita, diduga tidak memenuhi kelayakan sebagaimana yang diharapkan dari program pemenuhan gizi.

“Pengiriman MBG pada hari Kamis tanggal 10/09/2026 ke TK, SD, dan posyandu balita jauh dari kata layak. Ikan pepes disajikan dengan kotorannya. Bahkan, pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB, makanan yang dikirim ke Posyandu RT 12 Desa Bandung, Donomulyo, disebut sudah dalam keadaan rusak dan berbau,” ungkap sumber tersebut.

Keterangan itu merupakan klaim dari sumber lapangan yang masih memerlukan verifikasi, termasuk pemeriksaan kondisi makanan, proses pengolahan, waktu distribusi, serta penyimpanan sebelum dikonsumsi.

Sumber lain di lokasi yang sama juga menyampaikan keluhan mengenai kualitas makanan yang didistribusikan kepada sejumlah penerima manfaat.

“Iki kok SPPG-ne ngono, Mas. Sing dikirim teko SPPG Bandung kui kanggo SD, PAUD, lan posyandu. Katanya ada serat dan protein, tetapi kondisi di lapangan seperti itu,” ungkap sumber kedua.

Perlu Pemeriksaan dan Penjelasan Resmi

Keterangan sebagai laporan MBG Donomulyo 1 di medsos diduga tidak sesuai bukti dilapangan 

Dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan, terutama terkait standar keamanan pangan, kebersihan pengolahan, kelayakan menu, distribusi, serta kondisi makanan saat diterima penerima manfaat.

Apabila benar terdapat makanan yang rusak, berbau, atau tidak memenuhi standar keamanan pangan, hal tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak dan balita. Namun, kesimpulan mengenai penyebab dan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Media juga belum memperoleh keterangan resmi dari pengelola SPPG Malang Donomulyo 1, pihak Badan Gizi Nasional, maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.

Hak Jawab dan Klarifikasi Terbuka

Atas informasi dan dugaan yang disampaikan warga, detikterkini.id  membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pengelola SPPG, Yayasan Al-Azhar Aeng Dake, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta pihak-pihak lain yang memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan program MBG.

Klarifikasi diharapkan dapat disertai data dan bukti yang relevan, termasuk penjelasan mengenai standar menu, prosedur pengolahan, pengawasan mutu, mekanisme distribusi, serta langkah evaluasi apabila ditemukan persoalan.

Pemberitaan ini merupakan laporan awal berdasarkan keterangan warga dan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran atau kesalahan pihak tertentu. Setiap pihak yang disebut memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan penjelasan demi keseimbangan dan akurasi jurnalistik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update