detikterkini.id -- SAMPANG — Ancaman penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda tidak boleh dipandang sebelah mata. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, penguatan karakter, pendampingan, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan pergaulan bebas yang dilaksanakan LSM Sahabat Imipas di SMA Negeri 4 Sampang.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai dampak negatif narkoba sekaligus mengajak mereka membangun pergaulan yang sehat, produktif dan berorientasi pada masa depan.
Aksa Halatu: Jangan Pertaruhkan Masa Depan dengan Narkoba
Ketua LSM Sahabat Imipas, Aksa Halatu, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan.
“Narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan generasi muda. Sekali terjerumus, dampaknya bisa merusak kesehatan, pendidikan, hubungan keluarga, bahkan masa depan seseorang. Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena rasa ingin tahu atau ajakan lingkungan,” ujar Aksa Halatu.
Ia mengajak para pelajar untuk berani mengambil keputusan yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan.
“Berani mengatakan tidak terhadap narkoba bukan berarti tidak gaul. Justru itu menunjukkan bahwa kita memiliki prinsip dan mampu menghargai masa depan kita sendiri,” tegasnya.
Moh. Fadlun: Sekolah Harus Menjadi Benteng Generasi Muda
Kepala SMA Negeri 4 Sampang, Moh. Fadlun, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap prestasi akademik siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan menjaga mereka dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Moh. Fadlun.
Ia berharap para siswa mampu memilih pergaulan yang sehat, saling mengingatkan, serta fokus terhadap pendidikan dan prestasi.
“Kami berharap anak-anak kami mampu memilih pergaulan yang sehat dan saling mengingatkan. Jangan sampai masa depan yang sudah direncanakan dengan baik rusak karena keputusan yang salah,” pesannya.
Hasan Rohmad: Pendidikan Karakter Harus Menjadi Benteng Utama
Sementara itu, Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, Hasan Rohmad, memberikan apresiasi terhadap langkah LSM Sahabat Imipas yang masuk ke lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas.
Menurut Hasan Rohmad, pencegahan narkoba harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda besar pendidikan karakter.
“Kami dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Persoalan narkoba dan pergaulan bebas tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan keamanan atau hukum, tetapi juga sebagai persoalan pendidikan dan masa depan generasi bangsa,” ujar Hasan Rohmad.
Ia menilai sekolah merupakan salah satu benteng terpenting dalam membangun ketahanan karakter peserta didik.
“Anak-anak kita harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan karakter, nilai moral, kemampuan mengambil keputusan dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal yang dapat merusak masa depannya,” katanya.
Hasan Rohmad juga mendorong agar kegiatan edukasi semacam ini dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata.
“Kita membutuhkan gerakan bersama. Sekolah, orang tua, Dewan Pendidikan, organisasi masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan. Jangan menunggu anak kita menjadi korban baru kemudian kita bergerak,” tegasnya.
Menurutnya, generasi muda Sampang harus diarahkan menjadi generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi dan memiliki daya saing.
Jangan Biarkan Generasi Muda Kehilangan Masa Depan
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Edukasi di lingkungan sekolah dinilai penting karena para pelajar berada pada fase pembentukan karakter dan pencarian jati diri. Dengan pengetahuan yang memadai, pendampingan yang tepat serta lingkungan yang positif, para siswa diharapkan mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba dan berani menolak berbagai ajakan negatif.
Pencegahan juga tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Peran keluarga, lingkungan pertemanan, organisasi masyarakat, pemerintah dan lembaga terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, LSM Sahabat Imipas berharap pesan tentang bahaya narkoba dapat terus digaungkan di kalangan pelajar.
Sebab, menjaga generasi muda dari narkoba bukan sekadar menyelamatkan mereka dari bahaya hari ini, tetapi juga menjaga masa depan keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.
(Redaksi detikterkini.id )




Tidak ada komentar:
Posting Komentar