![]() |
| Jurnalis: bush87| sumber ilustrasi hasil wawancara dengan waluyo anggota Kostrad Singosari Malang pada pukul, 19.12 wib kamis ( 08/04/26 ). |
Saat ditemui di lingkungan Kesatuan Kostrad Singosari, Waluyo mengaku terkejut dan merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut.
“Saya Waluyo yang dituduh bagian dari mafia solar dari berita Narasionline.id adalah fitnah, saya sudah hampir 2 bulan tidak pegang HP dan wajib menghapus alat komunikasi karena saya dalam menjalani proses pendidikan kesatuan diluar dan tidak diperkenankan berkomunikasi secara langsung atau via telekomunikasi apapun,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar identitasnya ditulis secara jelas tanpa disamarkan untuk mempertegas posisi dan membantah tuduhan yang beredar.
“Minta tolong wajib tulis nama asli Waluyo, karena ini fitnah, dan media tersebut harus bertanggungjawab dan saya berharap ada laporan resmi ke kesatuan militer seperti yang diberitakan di Narasionline.id tersebut, biar saya paham siapa yang menfitnah saya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Waluyo berharap adanya klarifikasi langsung kepada pimpinan kesatuan untuk memastikan keberadaannya selama menjalani pendidikan.
“Saya berharap ada klarifikasi ke pimpinan Kostrad atau lembaga kami, posisi saya selama 2 bulanan ini ada dimana, dan menjalani proses pendidikan kesatuan dimana, biar paham dan tau cara berita dalam penulisan berita dan kode etik pers,” tambahnya.
Di sisi lain, detikterkini.id juga mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Narasionline.id melalui nomor yang tercantum dalam box redaksi. Namun, hasil komunikasi justru menimbulkan polemik baru.
Pemilik nomor tersebut mengaku tidak mengetahui media yang dimaksud dan merasa nomor pribadinya telah disalahgunakan.
“Bapak jangan menuduh...
Itu emangnya media siapa..? Ini sudah kurang ajar, pencaplokan nomor saya, saya akan tuntut...Media saya bhayangkaranews24.id dan saya selaku admin redaksi nya..
Nama Bella, saya seorang wanita pak..
Untuk lebih jelasnya bapak bisa hubungi perwakilan kami media Bhayangkaranews24 yang di Jawa Timur, bapak H”
Kasus ini menambah sorotan terhadap pentingnya verifikasi dan akurasi dalam pemberitaan, terutama pada isu sensitif yang menyangkut nama baik seseorang serta dugaan tindak pidana.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak media Narasionline.id terkait tuduhan maupun dugaan pencantuman identitas yang tidak sesuai.
#WaluyoDizalimi
#MafiaSolarHoax
#NarasionlineDisorot
#StopFitnah
#EtikaJurnalistik
#BeritaHoax
#KlarifikasiFakta
#DetikTerkini
#ViralHariIni
#JurnalismeSehat






