Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dirut BPRS Bhakti Sumekar Tekankan Pentingnya Inklusi Keuangan Syariah untuk Perkuat Ekonomi Umat

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T08:21:35Z

detikterkini.id
--SUMENEP - Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menekankan pentingnya penguatan inklusi keuangan syariah sebagai langkah strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi dan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan talk show bertema “Mendorong Masyarakat melalui Inklusi Keuangan Syariah” yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/4/2026).

Menurut Fajar, kehadiran BPR Syariah harus semakin dekat dengan masyarakat agar mampu menjawab kebutuhan layanan keuangan yang adil dan berbasis prinsip syariah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap BPR Syariah semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi wadah dalam memperkuat inklusi keuangan berbasis syariah,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan, saat ini BPR Syariah di bawah koordinasi BMS berjumlah sekitar 165 unit secara nasional, termasuk 26 unit di Jawa Timur. Namun, perluasan jangkauan layanan masih menjadi tantangan utama, terutama untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal.

Fajar juga menyoroti bahwa konsep keuangan syariah sejatinya telah lama menjadi bagian dari praktik ekonomi masyarakat Indonesia. Nilai muamalah, khususnya dalam sektor pertanian dan peternakan, telah diterapkan melalui sistem bagi hasil.

“Prinsip keadilan dalam bagi hasil sebenarnya sudah lama dipraktikkan. Artinya, keuangan syariah bukan sesuatu yang asing, melainkan bagian dari budaya ekonomi masyarakat kita,” kata Fajar.

Lebih lanjut, ia menilai ekonomi syariah hadir sebagai alternatif sistem ekonomi global dengan mengedepankan keseimbangan antara kebebasan ekonomi dan pemerataan melalui prinsip keadilan, etika, serta kebermanfaatan bersama.

Meski demikian, Fajar mengingatkan bahwa penguatan inklusi keuangan syariah tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Ia menekankan pentingnya langkah konkret berupa edukasi berkelanjutan serta inovasi produk agar kepercayaan masyarakat dapat terus tumbuh dan terjaga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dan dimeriahkan dengan penampilan seni budaya lokal, sekaligus menjadi ruang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di daerah.

“Ke depan, inklusi keuangan syariah diharapkan mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus mendorong terciptanya perekonomian yang lebih tangguh dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Sumenep,” pungkas Fajar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update