![]() |
| Ilustrasi pertanian |
detikterkini.id - SUMENEP – Realisasi tanam padi di Kabupaten Sumenep hingga Maret 2026 tercatat mencapai 6.340 hektare atau sekitar 17 persen dari target tahunan sebesar 36.580 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan akumulasi luas tanam sejak Januari hingga Maret 2026.
“Realisasi sampai Maret sekitar 6.340 hektare dari target yang ditetapkan tahun ini,” ujarnya dikutip RRI pada Selasa, 14 April 2026.
Meski capaian tanam masih di bawah target, penyerapan gabah petani oleh Bulog menunjukkan hasil menggembirakan.
Dari target 600 ton, realisasi penyerapan telah mencapai 666 ton atau melampaui target yang ditetapkan.
Menurut Chainur, capaian tersebut didukung strategi jemput bola yang dilakukan Bulog dengan mendatangi langsung lokasi panen petani.
“Bulog bersama penyuluh turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah petani,” katanya.
Ia menambahkan, stabilnya harga gabah di tingkat petani turut mendorong peningkatan penjualan hasil panen ke Bulog.
Dari sisi pelaksanaan, program pertanian di Sumenep berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kondisi cuaca yang relatif baik saat masa panen juga menjadi faktor pendukung.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian serta memberikan dukungan sarana produksi guna meningkatkan hasil panen.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap realisasi tanam padi dapat terus meningkat hingga akhir tahun serta memperkuat ketahanan pangan daerah.




