Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warisan Leluhur di Lapangan, PAKASA Malang Raya Bangkitkan Kembali Olahraga Tradisional

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T05:46:46Z

detikterkini.id -- MALANG — Upaya menjaga olahraga tradisional agar tetap hidup di tengah derasnya perkembangan olahraga modern mendapat perhatian serius dari PAKASA Malang Raya. Komunitas budaya tersebut mendorong agar berbagai permainan dan olahraga warisan leluhur tidak berhenti sebagai bagian dari masa lalu, tetapi terus dimainkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.

Dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat dan olahraga tradisional dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya di Malang Raya. Kehadiran unsur pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga menjadi angin segar bagi komunitas untuk mengembangkan kegiatan olahraga yang memiliki akar kuat dalam tradisi masyarakat.

Ketua PAKASA Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., mengatakan olahraga tradisional memiliki nilai yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas fisik.

Menurutnya, di dalam olahraga tradisional terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, kedisiplinan serta interaksi sosial yang menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia.

“Olahraga tradisional bukan hanya permainan untuk mengisi waktu luang. Di dalamnya ada nilai budaya, kebersamaan, sportivitas dan gotong royong yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar KRA Dwi, Senin, (24/08).

Ia menilai keberadaan olahraga tradisional membutuhkan pembinaan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dibangun melalui kegiatan rutin yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

“Kalau kita ingin olahraga tradisional tetap hidup, maka generasi muda harus diberikan ruang untuk mengenal, memainkan dan mencintainya. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal olahraga modern, sementara permainan warisan leluhur justru mereka tidak tahu,” tambahnya.

KRA Dwi juga melihat olahraga tradisional memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan yang menarik apabila dikemas secara kreatif. Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan tersebut dapat menjadi media edukasi sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara.

PAKASA Malang Raya pun diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkenalkan kembali berbagai olahraga tradisional melalui kegiatan komunitas, edukasi maupun agenda budaya di berbagai wilayah Malang Raya.

Menurut KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan permainan tradisional. Tanpa adanya proses regenerasi, berbagai permainan yang dahulu akrab di tengah masyarakat dikhawatirkan semakin jarang dimainkan dan perlahan kehilangan eksistensinya.

“Pelestarian budaya tidak boleh hanya berbicara tentang masa lalu. Kita harus membuat budaya itu tetap hidup di masa sekarang dan bisa diterima oleh generasi yang akan datang,” tegasnya.

Dengan adanya dukungan pemerintah, komunitas budaya dan masyarakat, olahraga tradisional diharapkan tidak sekadar menjadi peninggalan sejarah. Lebih dari itu, olahraga warisan leluhur dapat kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkuat identitas budaya lokal.

Upaya tersebut sejalan dengan kiprah PAKASA Malang Raya dalam menjaga dan memperkenalkan nilai-nilai budaya Nusantara di tengah masyarakat, termasuk hubungan kebudayaan dengan Keraton Surakarta.

KRA Dwi menegaskan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama. Olahraga tradisional harus diberi ruang untuk tumbuh, berkembang dan diwariskan agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update