detikterkini.id - MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU) Tahun 2026 yang mengusung tema "Pelajar Makmur Cerdas Finansial".
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., ini menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya literasi dan inklusi keuangan kepada para pelajar sejak dini. Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, lembaga perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Melalui Program KEJAR dan RABU, setiap pelajar didorong memiliki rekening tabungan pribadi sebagai langkah awal membangun kebiasaan menabung, mengelola keuangan secara bijak, serta mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, jajaran Kepala Perangkat Daerah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Direktur Utama BPR Artha Kanjuruhan, kepala sekolah, ketua komite, tenaga pendidik, hingga para pelajar SD, SMP, dan MTs negeri maupun swasta yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
Program ini tidak hanya mengajarkan pentingnya menabung, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Pelajar dikenalkan pada pengelolaan keuangan yang sehat, pentingnya perencanaan masa depan, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga mampu menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Secara pendidikan, Program KEJAR dan RABU diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung pembelajaran literasi finansial secara berkelanjutan. Guru, orang tua, dan lembaga keuangan memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif yang akan menjadi bekal bagi peserta didik menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Malang memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi era ekonomi digital. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, sektor perbankan, dan masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong seluruh satuan pendidikan agar aktif mengimplementasikan budaya menabung di lingkungan sekolah. Edukasi keuangan dinilai bukan sekadar mengenalkan produk perbankan, melainkan membentuk karakter disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan merencanakan masa depan sejak usia dini.
Berbagai elemen masyarakat dan lembaga pendidikan turut menyambut positif program ini. Mereka berharap Program KEJAR dan RABU dapat menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Malang sehingga tidak ada lagi pelajar yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.
Harapan dan Dukungan Lembaga
Lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen pemerhati pendidikan menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadirkan program yang dinilai sangat strategis bagi masa depan generasi muda.
Mereka berharap Program KEJAR dan RABU dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya baru di lingkungan sekolah yang mampu membentuk pelajar Kabupaten Malang menjadi generasi yang cerdas secara akademik sekaligus cerdas dalam mengelola keuangan.
Seluruh pihak juga menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, OJK, Bank Indonesia, serta seluruh lembaga perbankan agar terus bersinergi memperluas literasi keuangan di dunia pendidikan. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan lahir generasi emas Kabupaten Malang yang mandiri, produktif, memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar