detikterkini.id - Malang — Langkah konkret menuju kemandirian pangan dimulai dari lingkungan sekolah. Pada Kamis (23/4/2026), Bupati Malang Sanusi bersama jajaran Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) melakukan kunjungan strategis ke SMP Negeri 1 Wajak untuk meninjau langsung Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya serius membangun generasi mandiri melalui pendekatan pendidikan yang aplikatif dan berkelanjutan. Program ini membawa misi besar yang menyentuh berbagai aspek pembelajaran dan kehidupan siswa.
Salah satu fokus utama adalah membentuk karakter tangguh sejak dini. Para siswa tidak hanya dibekali teori di dalam kelas, tetapi juga diajak terjun langsung dalam praktik pertanian sederhana. Nilai tanggung jawab dan kemandirian ditanamkan melalui aktivitas nyata yang berdampak.
Tak kalah penting, program ini juga menjadi solusi pangan dari sekolah. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, siswa diajak menanam berbagai komoditas seperti cabai, sayuran, hingga tanaman produktif lainnya. Langkah sederhana ini menjadi bukti bahwa kedaulatan pangan bisa dimulai dari lingkungan terkecil.
Menariknya, program ini turut mendorong lahirnya “petani milenial”. Dunia pertanian dikemas lebih modern dan menarik, sehingga mampu mengubah persepsi generasi muda bahwa agribisnis adalah sektor yang menjanjikan dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman tentang gizi dan nutrisi. Mereka diajak mengenali pentingnya konsumsi makanan sehat yang berasal dari hasil usaha sendiri, sehingga tumbuh kesadaran akan pola hidup sehat sejak usia dini.
Program ini juga menjadikan sekolah sebagai ruang produktif. Lahan sekolah disulap menjadi area hijau yang tidak hanya mendukung program Adiwiyata, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang nyata.
Dengan inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Malang menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian generasi masa depan.




