![]() |
| Bersama Direktur Keuangan BPJS TK, Bambang Joko Sutarto |
"Konflik yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2026 memiliki korelasi langsung dan signifikan terhadap ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK)," tegas Koordinator Forum Jamsos, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta.
Menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo itu, dampak utamanya merambat bisa melalui jalur volatilitas pasar keuangan dan stabilitas sektor riil (ketenagakerjaan) di Indonesia.
Berikut disampaikan Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) korelasi ketahanan dana BPJS TK dengan perang Iran vs Amerika Serikat
Pertama, berdampak pada Investasi dan Hasil Pengembangan Dana (Yield)
BPJS Ketenagakerjaan dalam mengelola dana ratusan triliun rupiah yang ditempatkan di berbagai instrumen (SBN, saham, obligasi, deposito).
• Volatilitas Pasar Modal: Konflik Iran-AS memicu ketidakpastian global, menyebabkan investor asing melakukan capital outflow (penarikan modal) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini berpotensi menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang dapat menurunkan nilai investasi BPJS Ketenagakerjaan di sektor saham.
• Tekanan pada Obligasi: Kenaikan harga minyak dunia akibat krisis ini berisiko memicu inflasi tinggi dan memaksa Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tinggi, yang dapat menekan harga obligasi (instrumen portofolio terbesar BPJS TK).
Kedua, kemungkinan bisa terjadi lonjakan Klaim Akibat PHK (Sisi Kewajiban) Korelasi langsung lainnya adalah meningkatnya risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
• Gangguan Ekonomi Global: Konflik Iran-AS mengganggu jalur pasokan energi (Selat Hormuz) dan memicu inflasi biaya hidup.
• PHK Imbas Konflik: Lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi global membuat perusahaan melakukan efisiensi, yang berdampak pada meningkatnya kasus PHK di Indonesia.
• Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): Lonjakan PHK memaksa BPJS Ketenagakerjaan membayarkan klaim manfaat JKP dan Jaminan Hari Tua (JHT) lebih besar dari biasanya, yang menuntut ketersediaan likuiditas yang tinggi.
Namun kedepan akibat perang Iran vs AS yang berkelanjutan menurut Forum Jamsos akan dapat meningkatkan risiko penurunan hasil investasi (karena volatilitas pasar) sekaligus meningkatkan beban klaim (karena PHK).
"Direksi dan Dewas harus memiliki kiat menjaga ketahanan dana Jamsos. Punya strategi yan jitu, jangan sampai klaim terhadap produknya gagal bayar," tegas Jusuf Rizal, salah satu tokoh terkemuka Madura, Ketum Ormas Madas Nusantara itu






