![]() |
| SUMENEP — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep mencatat capaian positif dalam program Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. |
Realisasi tanam sepanjang 2025 bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyebut target awal seluas 25.000 hektare berhasil direalisasikan hingga sekitar 36.000 hektare.
Untuk tahun 2026, kata dia, pemerintah daerah kembali menaikkan target LTT menjadi 36.500 hektare.
“Peningkatan target tersebut sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi produksi pertanian. Program prioritas sektor pertanian akan terus didorong agar produktivitas lahan semakin meningkat,” kata Chainur dalam keterangannya.
Selain tanaman pangan, pengembangan pertanian di Kabupaten Sumenep juga diperluas ke subsektor perkebunan.
Pemerintah pusat memiliki program pengembangan lima komoditas strategis, yakni kopi, kakao, tebu, kelapa, dan jambu mente. Sumenep mendapat program peremajaan serta pengembangan komoditas kelapa dan jambu mente.
Pak Inong sapaan akrabnya itu menegaskan peningkatan luas tanam dipastikan berdampak langsung pada kenaikan produktivitas.
DKPP menargetkan hasil gabah meningkat dari rata-rata 6 ton per hektare menjadi 7 hingga 8 ton per hektare melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi pertanian.
Upaya tersebut juga didukung penguatan sumber daya manusia, khususnya penyuluh pertanian dan petani.
DKPP terus meningkatkan kapasitas penyuluh melalui pelatihan dan pendidikan, serta memberikan edukasi kepada petani agar menerapkan pola tanam dan budidaya sesuai kaidah pertanian yang baik.
Pemanfaatan teknologi modern turut menjadi perhatian, salah satunya penggunaan drone untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas budidaya di lahan pertanian.
Lebih lanjut, ia pun mengajak petani memanfaatkan momentum musim penghujan untuk mengoptimalkan lahan dengan menanam komoditas pangan utama seperti padi dan jagung.
Ia juga meminta penyuluh pertanian melakukan pendampingan berkelanjutan agar produktivitas meningkat dan berdampak pada kenaikan pendapatan petani.




