detikterkini.id -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyatakan keprihatinannya setelah Dinas Kesehatan mencatat 355 orang terdeteksi positif HIV/AIDS dari sekitar 17 ribu orang yang menjalani screening sepanjang tahun 2025. Temuan kasus ini dinilai mengkhawatirkan, terutama karena banyak di antaranya melibatkan mahasiswa dan kelompok usia produktif, yang menunjukkan tantangan serius dalam pencegahan penyebaran penyakit menular ini di masyarakat. 
Anggota DPRD Arief Wahyudi menilai angka tersebut bisa jauh lebih besar dari data yang terungkap, karena kemungkinan masih banyak kasus yang belum terdiagnosis. DPRD juga menyoroti adanya lemahnya pengawasan rumah kos sebagai salah satu faktor yang membuka ruang bagi perilaku berisiko di kalangan pendatang dan mahasiswa.
Dalam menanggapi kondisi ini, DPRD mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat penerapan Peraturan Daerah tentang rumah kos, serta memperketat pengawasan bersama instansi terkait seperti Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Selain itu, langkah edukasi dan penguatan layanan kesehatan dianggap penting untuk menekan angka penularan HIV/AIDS secara efektif di Kota Malang.
📝: detikterki
#detikterkini.id
#kasusHIV
#malang




