Kebahagiaan salah satunya dirasakan Emek Farida, seorang ibu rumah tangga di Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, yang sehari-harinya berjualan sembako.
Ia mengaku sangat gembira karena akhirnya Jembatan Nibung benar-benar bisa diselesaikan dan dilintasi. Dengan diresmikannya Jembatan Nibung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Selasa (24/2) kemarin, ia bisa jauh lebih berhemat.
Sebelum adanya jembatan ini, ia harus membayar Rp400 ribu untuk penyeberangan feri pergi dan pulang atau Rp200 ribu sekali naik feri. Jika menggunakan jalur darat, jaraknya terlampau jauh, sekitar 140 kilometer, melalui Kecamatan Karangan. Cara tersebut tidak efisien dari segi waktu maupun BBM.
“Setelah jembatan diresmikan, saya bisa menghemat Rp400 ribu. Tinggal siapkan untuk beli bensin kalau saya mau belanja ke Kaubun,” kata Emek Farida.
Emek Farida hanyalah satu contoh penerima dampak positif dari beroperasinya Jembatan Nibung. Ke depan, jembatan ini diharapkan terus memberi dampak positif yang jauh lebih besar bagi warga Kutim, Berau, dan Kalimantan Timur secara umum.(Cm/Tim)





