Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Grand Final Olimpiade JSO 2026 Diikuti 4.037 Finalis dari 18 Provinsi

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T14:20:02Z

detikterkini.id
YOGYAKARTA – Semangat kompetisi, integritas, dan penguatan kualitas pendidikan nasional mewarnai pelaksanaan Grand Final Nasional Jenius Science Olympiad (JSO) 2026 yang diselenggarakan Yayasan Intan Mutia pada Minggu, 28 Juni 2026, di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta.
Ajang olimpiade sains tingkat nasional tersebut menjadi puncak seleksi yang mempertemukan 4.037 peserta terbaik dari 18 provinsi di Indonesia. Para finalis sebelumnya telah melalui proses penyaringan berjenjang hingga berhak tampil di babak Grand Final.

Selain memperebutkan predikat juara umum, kompetisi ini juga menyediakan berbagai penghargaan berupa Medali Emas, Medali Perak, Medali Perunggu, Medali Harapan, serta Grand Prize berupa perjalanan edukatif ke Thailand sebagai bentuk apresiasi atas prestasi peserta.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Intan Mutia, Muchammad Ali Yasin, yang akrab disapa Aba Yasin, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta dari berbagai penjuru Nusantara.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya sapa seluruh peserta yang berasal dari ujung timur Indonesia, dari Papua, hingga peserta dari ujung barat, Pekanbaru, Riau. Alhamdulillah, dari 18 provinsi, setiap pulau telah terwakili dalam Grand Final JSO 2026," ungkapnya.

Aba Yasin menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan ribuan peserta dari berbagai daerah menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan JSO sebagai wadah kompetisi akademik yang berkualitas.

"Hari ini peserta Grand Final JSO 2026 Alhamdulillah berjumlah 4.037 peserta yang tersaring dan lolos dari setiap provinsi," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga pendidikan, guru, orang tua, serta para peserta yang telah mempercayakan pembinaan prestasi akademik melalui JSO.

Menurutnya, Jenius Science Olympiad telah menjadi salah satu ajang olimpiade yang mengedepankan profesionalisme dan integritas karena telah terdaftar di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), dengan menjunjung tinggi prinsip bahwa "Kejujuran adalah Juara."

Sebagai bentuk penghargaan atas sinergi yang telah terjalin, usai sambutan pembukaan, Ketua Yayasan Intan Mutia menyerahkan piagam penghargaan dan cendera mata kepada pihak Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun generasi muda Indonesia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing global.

Pesan Motivasi untuk Seluruh Peserta

Dalam penutupan acara, Aba Yasin menyampaikan pesan khusus kepada seluruh finalis, baik yang berhasil meraih prestasi maupun yang belum memperoleh medali.

Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari proses belajar, kejujuran, kedisiplinan, dan akhlak yang terus dijaga.

"Bagi adik-adik yang hari ini meraih juara, jangan cepat berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai awal untuk terus belajar, rendah hati, menjaga akhlak, dan menjadi inspirasi bagi teman-teman di lingkungan sekolah maupun masyarakat."

Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, Aba Yasin berpesan agar tidak berkecil hati.

"Jangan pernah menyerah hanya karena belum memperoleh medali. Kalian adalah anak-anak pilihan yang telah berhasil mencapai Grand Final tingkat nasional. Teruslah belajar, perbaiki kemampuan, tingkatkan semangat, dan jadikan pengalaman hari ini sebagai bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan."

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi generasi yang aktif, produktif, berintegritas, serta mampu menciptakan budaya belajar yang positif di lingkungan masing-masing sehingga kelak menjadi insan yang sukses, bermanfaat bagi bangsa, agama, dan negara.

Grand Final JSO 2026 menunjukkan semakin meningkatnya budaya kompetisi akademik di Indonesia. Kehadiran lebih dari 4.000 finalis dari 18 provinsi mencerminkan tingginya minat peserta didik dalam mengembangkan kemampuan di bidang sains.

Lebih dari sekadar kompetisi, penyelenggaraan JSO mengusung nilai pendidikan karakter melalui penekanan pada kejujuran, sportivitas, dan pembentukan akhlak. Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah tantangan dunia pendidikan yang tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas moral.

Kolaborasi antara Yayasan Intan Mutia dengan perguruan tinggi juga menjadi contoh sinergi positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi unggul. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, ajang seperti JSO berpotensi menjadi salah satu instrumen strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update