detikterkini.id -- Kota Malang,- Kabar mengejutkan datang dari para petani di wilayah utara Pamekasan. Harapan mereka untuk menikmati hasil panen bawang merah justru berubah menjadi petaka. Sejumlah petani diduga menjadi korban penggelapan dana oleh pihak UD Anugrah Jaya yang beroperasi di Pasar Induk Gadang.
Peristiwa ini mencuat setelah para korban mengaku belum menerima pembayaran hasil panen yang telah mereka kirimkan. Total kerugian yang dialami petani dari satu desa saja mencapai Rp281.750.000, dengan jumlah korban mencapai 9 orang. Bahkan, diduga masih banyak korban lain yang belum berani angkat suara.
Sosok yang disebut sebagai pemilik UD Anugrah Jaya, yakni Sapi’i, kini menjadi sorotan. Ia dilaporkan menghilang sejak hari ke-17 bulan puasa. Saat tim media mencoba mengonfirmasi ke pihak keluarga, istrinya justru mengaku tidak mengetahui keberadaan suaminya. Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya besar, terlebih rumah yang bersangkutan dikabarkan tengah dalam pengawasan pihak bank.
“Harusnya ini jadi kabar baik untuk keluarga kami, tapi malah jadi beban,” ungkap salah satu korban dengan nada kecewa.
Para petani yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil pertanian kini hanya bisa pasrah, sembari berharap ada itikad baik dari pihak UD Anugrah Jaya. Beberapa di antaranya bahkan mengaku hanya menerima janji tanpa kejelasan pembayaran.
Kasus ini pun telah dilaporkan ke BNPM DPD Kabupaten Malang dengan nomor laporan 01/LP/Ad-Min/MLG/03/2026. Pihak BNPM saat ini disebut tengah melakukan penelusuran, koordinasi, serta upaya pencarian terhadap pihak terlapor guna mencari solusi terbaik bagi para korban.
Situasi ini menjadi peringatan keras bagi para petani dan pelaku usaha agar lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama. Kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh seketika jika tidak disertai tanggung jawab.
Kini, para korban hanya berharap keadilan ditegakkan dan hak mereka dikembalikan. Sementara itu, publik menunggu langkah tegas aparat untuk mengungkap keberadaan pelaku dan memastikan kasus ini tidak berhenti di tengah jalan.




