Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kalau Tak Salah, Kenapa Tak Temui Massa? Pemuda Independen Tantang Ketua DPRD Sumenep

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T12:49:20Z

detikterkini.id
-- SUMENEP— Persatuan Pemuda Independen kembali menyuarakan tuntutannya di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Rabu (2/9/2026). Aksi jilid III yang dirangkaikan dengan Camping Demokrasi tersebut menjadi bentuk desakan kepada pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan (BK) untuk memberikan kejelasan atas tindak lanjut tuntutan yang telah disampaikan dalam aksi sebelumnya.

Massa menilai hasil dari aksi jilid I dan II belum memberikan kepastian yang mereka harapkan. Karena itu, mereka kembali mendatangi gedung legislatif dengan membawa tuntutan agar DPRD tidak berhenti pada penyampaian janji, tetapi memberikan penjelasan mengenai langkah konkret yang telah dilakukan.

Koordinator Lapangan I, Asroful Maghfur, meminta Ketua DPRD dan BK hadir langsung menemui massa. Menurutnya, persoalan yang dipersoalkan seharusnya dapat dibicarakan melalui ruang dialog secara terbuka.

“Ketua DPRD dan BK jangan banyak alasan. Kalau memang tidak salah, temui kami dan duduk bersama di camp. Kita buka semuanya secara terang dan bicarakan secara terbuka,” tegas Asroful.

Tidak hanya menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD, massa juga membagikan brosur kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi aksi. Brosur tersebut berisi lima persoalan yang menjadi sorotan Persatuan Pemuda Independen dan mereka istilahkan sebagai “Panca Pataka (Lima Dosa)”.

Pembagian brosur dilakukan untuk menyampaikan persoalan yang mereka soroti kepada masyarakat sekaligus mendorong publik turut mengetahui dan mengawasi kinerja DPRD Kabupaten Sumenep.

Di tengah berlangsungnya aksi, Ketua DPRD dan BK belum menemui massa. Berdasarkan keterangan Humas DPRD Kabupaten Sumenep, Ketua DPRD berhalangan hadir karena terdapat anggota keluarganya yang sedang sakit. Sementara itu, alasan ketidakhadiran BK belum disampaikan secara rinci kepada massa.

Kondisi tersebut membuat massa memilih tetap bertahan di depan Gedung DPRD melalui kegiatan Camping Demokrasi. Mereka menyatakan akan menunggu hingga memperoleh kepastian mengenai tindak lanjut tuntutan yang telah disampaikan.

“Kami tidak butuh alasan, kami butuh jawaban. Kalau memang tidak salah, datang dan duduk bersama kami di camp,” ujar Asroful.

Aksi jilid III dan Camping Demokrasi masih berlangsung di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep. Persatuan Pemuda Independen menyatakan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga memperoleh jawaban dan kepastian dari pihak DPRD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update