Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tak Sembarang Orang, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M Dipercaya dalam Prosesi Sakral Pusaka Keraton

Selasa, 16 Juni 2026 | Juni 16, 2026 WIB Last Updated 2026-06-16T06:54:26Z

detikterkini.id -- SOLO – Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bukan sekadar prosesi budaya tahunan, melainkan ritual sakral yang sarat akan nilai spiritual, penghormatan, dan pengabdian kepada leluhur. Dalam pelaksanaan kirab tahun ini, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M. mendapat kehormatan untuk terlibat dalam rangkaian prosesi tersebut melalui tugas ngampil pusaka dan ngayap buntar pusaka.

Dalam tradisi Keraton Surakarta, ngampil pusaka memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar membawa benda pusaka. Istilah "ngampil" berasal dari bahasa Jawa Krama yang berarti mengangkat atau mengusung sesuatu yang mulia dengan penuh hormat. Tugas ini dilaksanakan dengan tata cara yang ketat sesuai paugeran atau aturan keraton, sebagai bentuk ketulusan, kesetiaan, serta pengabdian kepada Sinuwun.

Sementara itu, ngayap buntar pusaka merupakan tugas mengawal dan mendampingi perjalanan pusaka selama prosesi kirab mengelilingi kawasan benteng luar Keraton Surakarta. Mereka yang menjalankan tugas ini bertanggung jawab memastikan jalannya iring-iringan berlangsung tertib dan khidmat hingga pusaka kembali ke dalam lingkungan keraton.

Keikutsertaan KRA Dwi Indrotito Cahyono dalam prosesi tersebut menjadi sebuah kehormatan tersendiri. Sebab, tidak semua orang dapat terlibat dalam tugas sakral tersebut. Penugasan hanya diberikan kepada mereka yang memperoleh dhawuh dalem, atau perintah langsung dari pihak keraton.

Sebelum menjalankan tugas, para petugas kirab yang dipercaya untuk ngampil maupun ngayap buntar pusaka akan dipersiapkan sesuai tradisi. Mereka mengenakan busana adat Jawa, menerima sangsang berupa untaian bunga melati, serta atribut khusus yang menandakan bahwa mereka tengah mengemban amanah kerajaan dalam mengiringi pusaka-pusaka Kagungan Dalem.

Dalam struktur Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, terdapat beberapa pihak yang berhak menjalankan tugas tersebut. Mereka di antaranya adalah putra-putri Sinuwun, Sentana Dalem atau trah kerabat raja, serta abdi dalem pilihan yang secara khusus ditunjuk untuk melaksanakan tugas berdasarkan kebutuhan prosesi dan keputusan keraton. Selain itu, para abdi dalem perempuan yang bertugas di Gedong Pusaka juga memiliki peran penting dalam merawat serta menyiapkan pusaka sebelum dikirabkan.

Tradisi ini menunjukkan bahwa Kirab Pusaka Malam 1 Suro bukan sekadar tontonan budaya yang menarik perhatian masyarakat. Lebih dari itu, prosesi tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap warisan leluhur, sarana refleksi batin, serta pengingat akan pentingnya nilai kesetiaan, ketulusan, dan pengabdian.

Keterlibatan KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M. dalam menjalankan amanah ngampil pusaka dan ngayap buntar pusaka menjadi bukti kepercayaan yang diberikan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat. Sebuah kehormatan yang tidak hanya mencerminkan tanggung jawab besar, tetapi juga komitmen untuk turut menjaga kelestarian tradisi dan marwah budaya Jawa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update