detikterkini.id -- Malang — Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kembali mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan pembebasan lahan proyek pelebaran Jalan Gondanglegi–Simpang Balekambang (LOT 16A).
Rapat di Balai Desa Wonokerto yang diikuti penandatanganan kesepakatan pengukuran ulang dinilai belum memberi kepastian. Bahkan, muncul kecurigaan kegiatan tersebut hanya sebatas formalitas, disertai dugaan pembagian uang transport kepada peserta dari dinas yang hadir.
Data menunjukkan dari 922 bidang tanah, baru 705 yang tuntas, sementara 215 lainnya masih bermasalah, termasuk 89 bidang di Wonokerto.
Warga setempat, Hartadi, mengaku hingga kini belum ada tindak lanjut nyata pascarapat.
“Belum ada pengukuran ulang di wilayah saya. Waktu itu hanya dipatok untuk yang terdampak, katanya untuk ganti untung, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan lebih lanjut,” ungkapnya kepada awak media.
Warga pun mendesak pemerintah segera bertindak konkret dan transparan agar persoalan lahan tidak terus berlarut di tengah berlangsungnya proyek nasional tersebut.




